Saya merasa perih saat buang air kecil dan keluar cairan aneh dari kelamin. Awalnya saya pikir hanya infeksi biasa, tapi ternyata saya kena gonore.
Keluhan seperti ini sangat sering muncul di masyarakat, namun banyak orang tidak menyadari bahwa gejala tersebut merupakan tanda penyakit menular seksual (PMS) yang cukup serius, yaitu gonore atau biasa dikenal dengan sebutan kencing nanah. Ironisnya, penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas pada wanita, sehingga sering tidak terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi.
Gonore adalah infeksi yang bisa disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat, namun jika diabaikan, dapat menyebabkan infertilitas, infeksi menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan risiko menularkan ke bayi saat persalinan.
Apa Itu Gonore?
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyerang membran mukosa saluran reproduksi, uretra, rektum, tenggorokan, hingga mata.
Penyakit ini menyebar melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral, dan bisa menginfeksi siapa saja—baik pria maupun wanita, termasuk remaja dan dewasa muda.
Penyebab dan Faktor Risiko Gonore
Penyebab:
Infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebar melalui kontak seksual.
Faktor Risiko:
Berhubungan seks tanpa kondom
Berganti-ganti pasangan seksual
Riwayat infeksi menular seksual (IMS) lainnya
Pasangan seksual yang tidak diketahui status kesehatannya
Usia remaja hingga dewasa muda (15–24 tahun) yang aktif secara seksual
Seks oral atau anal tanpa pengaman
Gejala-Gejala Gonore
Gejala gonore bisa berbeda antara pria dan wanita, dan sebagian orang bahkan tidak mengalami gejala sama sekali (asimtomatik).
Pada Pria:
Rasa nyeri atau perih saat buang air kecil
Keluarnya cairan kental seperti nanah dari penis
Nyeri atau bengkak pada testis
Sering ingin buang air kecil
Pada Wanita:
Keputihan yang tidak normal (berwarna kuning/hijau dan berbau)
Nyeri saat buang air kecil
Nyeri saat berhubungan intim
Perdarahan di luar jadwal haid
Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
Infeksi Gonore di Bagian Lain:
- Rektum: gatal, nyeri saat BAB, keluarnya lendir atau darah
- Tenggorokan: sakit tenggorokan tanpa penyebab jelas
- Mata: mata merah, bengkak, keluar nanah (gonore konjungtivitis)
Proses Diagnosis Gonore
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium, antara lain:
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa gejala dan riwayat seksual pasien.
2. Tes Laboratorium
Tes urin: untuk mendeteksi DNA bakteri (nucleic acid amplification test / NAAT)
Swab (usap) dari vagina, penis, tenggorokan, rektum, atau mata
Tes kultur bakteri: menumbuhkan bakteri dari sampel untuk memastikan diagnosis dan sensitivitas antibiotik
3. Tes IMS Lainnya
Karena gonore sering muncul bersamaan dengan infeksi lain seperti klamidia, tes tambahan mungkin disarankan.
Pilihan Pengobatan Gonore
1. Pengobatan Medis (Utama)
Gonore harus diobati dengan antibiotik, biasanya kombinasi:
Suntikan ceftriaxone + obat minum azithromycin atau doksisiklin
Pengobatan ini efektif menghentikan infeksi, tetapi tidak memperbaiki kerusakan organ akibat infeksi lama.
> Penting: Jangan mengobati gonore dengan obat bebas atau resep lama. Bakteri gonore semakin kebal antibiotik, sehingga pengobatan harus mengikuti anjuran medis terkini.
2. Perawatan Mandiri dan Pencegahan Penularan
Hindari hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh
Ajak pasangan untuk ikut tes dan diobati
Jaga kebersihan area genital
Minum obat sesuai dosis dan jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya
Komplikasi Jika Tidak Diobati
Jika gonore tidak diobati, dapat menyebabkan:
Infertilitas (kemandulan), baik pada pria maupun wanita
Penyakit radang panggul (PID) pada wanita
Epididimitis pada pria (radang saluran sperma)
Penyebaran infeksi ke darah dan persendian (DGI – Diseminasi Gonore)
Infeksi pada bayi baru lahir jika ibu tidak diobati saat hamil
Cara Mencegah Gonore
✅ Gunakan kondom secara konsisten
Melindungi dari penularan PMS, termasuk gonore.
✅ Hindari hubungan seksual berisiko
Setia pada satu pasangan yang sehat secara seksual.
✅ Lakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala
Terutama bagi mereka yang aktif secara seksual.
✅ Hindari seks saat ada gejala tidak normal
Tunda aktivitas seksual dan konsultasikan ke dokter.
✅ Tes dan pengobatan untuk pasangan
Jika Anda terdiagnosis gonore, pasangan Anda juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan meskipun tanpa gejala.

Penyakit menular seksual tidak hanya berdampak pada kesehatan organ reproduksi, tapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup. Baca artikel di bawah ini untuk mengetahui penyebab, gejala, serta cara pencegahannya.