Diare: Penyakit Pencernaan yang Perlu Diwaspadai Semua Kalangan

0
10

Hampir semua orang pernah mengalaminya: buang air besar lebih sering dari biasanya, disertai tinja yang cair atau lembek. Meskipun sering dianggap masalah pencernaan ringan, diare bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius, terutama jika terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya, terutama pada anak-anak dan lansia.

Apa Itu Diare?

Diare adalah kondisi buang air besar (BAB) dengan frekuensi lebih sering dari normal (umumnya lebih dari 3 kali sehari) dan konsistensi tinja yang cair atau encer. Kondisi ini dapat berlangsung singkat (akut) atau dalam jangka waktu lama (kronis).

Diare akut biasanya berlangsung 1–2 hari dan disebabkan oleh infeksi atau iritasi saluran cerna.

Diare kronis berlangsung lebih dari 4 minggu dan sering berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau penyakit radang usus.

Penyebab dan Faktor Risiko

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi hingga gangguan metabolisme. Beberapa penyebab umum meliputi:

Infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus.

Infeksi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, atau Shigella.

Infeksi parasit seperti Giardia lamblia.

Keracunan makanan akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Alergi atau intoleransi makanan seperti intoleransi laktosa.

Efek samping obat, misalnya antibiotik yang mengganggu keseimbangan flora usus.

Penyakit pencernaan kronis, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena diare:

Konsumsi makanan/minuman yang tidak higienis.

Bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk (traveler’s diarrhea).

Sistem kekebalan tubuh lemah.

Usia anak-anak atau lansia.

Gejala-Gejala Diare

Selain BAB cair atau lembek, diare sering disertai gejala lain seperti:

Sakit perut atau kram.

Mual dan muntah.

Demam ringan hingga tinggi.

Perut kembung.

Rasa lelah atau lemas.

Tanda dehidrasi: mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil, mata cekung, dan pusing.

Jika diare disertai darah, lendir, atau demam tinggi, kondisi ini bisa menandakan infeksi serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Diagnosis

Untuk menentukan penyebab diare, dokter akan melakukan:

1. Anamnesis: menanyakan riwayat gejala, pola makan, dan riwayat perjalanan.

2. Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi tanda dehidrasi dan kondisi umum pasien.

3. Tes laboratorium, seperti:

Pemeriksaan tinja untuk mendeteksi bakteri, virus, atau parasit.

Tes darah untuk melihat tanda infeksi atau gangguan metabolik.

Endoskopi (pada kasus diare kronis) untuk melihat kondisi usus.

Pengobatan

Pengobatan diare bergantung pada penyebabnya, tetapi prinsip utamanya adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi.

1. Pengobatan Medis:

Oralit (ORS) untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Obat antidiare seperti loperamide (hanya untuk kasus tertentu dan sesuai anjuran dokter).

Antibiotik jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.

Probiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di usus.

2. Perawatan Mandiri di Rumah:

Minum banyak air, jus buah encer, atau kuah sup bening.

Konsumsi makanan rendah serat sementara (pisang, nasi, roti bakar).

Hindari makanan berlemak, pedas, atau bersantan hingga kondisi membaik.

3. Pengobatan Alternatif: Beberapa orang memanfaatkan jahe atau air rebusan daun jambu biji untuk membantu meredakan diare ringan. Namun, penggunaannya sebaiknya sebagai pendukung dan tidak menggantikan terapi medis.

Pencegahan dan Tips Hidup Sehat

Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.

Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna.

Minum air yang sudah dimasak atau air kemasan yang aman.

Hindari jajan di tempat yang kebersihannya meragukan.

Simpan makanan dengan benar untuk mencegah kontaminasi.

Saat bepergian ke daerah rawan diare, bawa selalu oralit sebagai pertolongan pertama.

Jangan lewatkan informasi penting seputar leptospirosis, ayo simak artikel berikut sampai selesai. https://rumahsakitband.com/leptospirosis-sebagai-penyakit-tropis-yang-terabaikan-tantangan-dalam-diagnosis-dan-penanganan/