Awalnya cuma luka kecil yang nggak sakit di area kelamin, saya kira itu sariawan biasa. Tapi kok beberapa minggu kemudian muncul ruam di badan, terus menghilang sendiri. Saya jadi bingung, ini apa ya?
Banyak orang mengalami gejala sifilis tanpa menyadari bahwa itu adalah tanda penyakit menular seksual (PMS) yang serius. Bahkan, tidak sedikit yang terlambat mendapatkan pengobatan karena mengira gejalanya hanya masalah kulit biasa atau alergi. Sifilis, yang juga dikenal sebagai raja singa, adalah penyakit menular seksual yang bisa sangat berbahaya jika tidak diobati, karena dapat merusak organ dalam seperti jantung, otak, dan sistem saraf. Kabar baiknya, sifilis bisa disembuhkan sepenuhnya jika ditangani sejak awal.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual, baik vaginal, anal, maupun oral, serta dapat menular dari ibu hamil ke janin (sifilis kongenital).
Sifilis dikenal sebagai “the great imitator” karena gejalanya bisa menyerupai banyak penyakit lain. Tanpa pengobatan, sifilis berkembang melalui beberapa tahap: primer, sekunder, laten, dan tersier — masing-masing dengan gejala dan risiko yang berbeda.
Penyebab dan Faktor Risiko Sifilis
Penyebab:
Infeksi bakteri Treponema pallidum, yang masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit atau membran mukosa selama aktivitas seksual.
Faktor Risiko:
- Melakukan hubungan seks tanpa kondom
- Memiliki banyak pasangan seksual
- Riwayat penyakit menular seksual lain
- Seks oral atau anal tanpa pengaman
- Pasangan seksual yang tidak diketahui status kesehatannya
- Ibu hamil dengan sifilis yang tidak diobati (bisa menularkan ke janin)
Gejala-Gejala Sifilis Berdasarkan Tahap
1. Sifilis Primer
Muncul 10–90 hari setelah terpapar:
Luka kecil (chancre) pada alat kelamin, anus, atau mulut
Tidak nyeri dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan
Namun, bakteri tetap aktif dalam tubuh
2. Sifilis Sekunder
Beberapa minggu setelah luka sembuh:
Ruam merah di telapak tangan dan kaki
Demam, nyeri otot, sakit tenggorokan
Luka di mulut atau kelamin
Pembengkakan kelenjar getah bening
Gejala bisa datang dan pergi
3. Sifilis Laten (tersembunyi)
Tidak ada gejala
Tapi bakteri tetap ada di dalam tubuh
Bisa bertahan selama bertahun-tahun jika tidak diobati
4. Sifilis Tersier (lanjutan)
Terjadi 10–30 tahun setelah infeksi awal:
Kerusakan organ dalam: jantung, pembuluh darah, otak, sistem saraf, dan mata
Bisa berakibat fatal jika tidak diobati
5. Sifilis Kongenital (pada bayi)
Ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan
Bisa menyebabkan keguguran, lahir mati, atau cacat lahir
Bayi yang lahir bisa mengalami ruam, pembengkakan hati, anemia, dan gangguan tumbuh kembang
-Cara Mencegah Sifilis
✅ Gunakan kondom secara konsisten
Kondom sangat efektif untuk mencegah penularan sifilis saat hubungan seksual
✅ Setia pada satu pasangan sehat
Hindari hubungan seksual dengan banyak pasangan
✅ Lakukan tes PMS secara rutin
Terutama jika Anda aktif secara seksual
✅ Hindari kontak seksual saat ada luka atau ruam
Karena risiko penularan sangat tinggi
✅ Untuk ibu hamil:
Wajib periksa kehamilan dan tes sifilis sejak dini

Penyakit menular seksual sering kali muncul tanpa gejala jelas, namun dampaknya bisa serius bagi kesehatan. Untuk memahami lebih dalam tentang jenis, gejala, dan cara pencegahannya, baca juga artikel di bawah ini agar Anda lebih waspada dan terlindungi.