“Awalnya saya pikir cuma masuk angin biasa karena demamnya naik turun. Tapi setelah dicek ke puskesmas, ternyata saya positif malaria.”
Keluhan seperti ini cukup sering ditemukan, terutama di wilayah Indonesia yang masih endemis malaria seperti Papua, NTT, Kalimantan, dan Sulawesi. Banyak masyarakat mengira gejala malaria hanya sebatas demam atau flu ringan, padahal infeksi ini bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.
Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk dan bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Meski begitu, malaria dapat dicegah dan diobati dengan efektif bila dikenali sejak dini.
Apa Itu Malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles yang terinfeksi. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Ada beberapa jenis parasit Plasmodium yang menyebabkan malaria pada manusia, namun yang paling umum dan berbahaya adalah:
Plasmodium falciparum (paling mematikan)
Plasmodium vivax (sering menyebabkan kekambuhan)
Plasmodium malariae
Plasmodium ovale
Plasmodium knowlesi (lebih umum di Asia Tenggara)
Penyebab dan Faktor Risiko Malaria
Penyebab:
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi.
Faktor Risiko:
Tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria
Tidak menggunakan kelambu atau pelindung anti-nyamuk
Sistem kekebalan tubuh lemah (anak-anak, ibu hamil, lansia)
Tidak minum obat pencegahan saat bepergian ke daerah rawan
Lingkungan dengan genangan air atau sanitasi buruk
Gejala-Gejala Malaria
Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah digigit nyamuk yang membawa parasit. Namun, pada beberapa jenis malaria, gejala bisa muncul lebih lama.
Gejala umum:
Demam tinggi (biasanya naik turun secara periodik)
Menggigil hebat
Keringat berlebih
Sakit kepala
Mual dan muntah
Nyeri otot dan sendi
Lemas atau kelelahan ekstrim
Diare (pada beberapa kasus)
Gejala malaria berat (komplikasi):
Penurunan kesadaran
Kejang
Anemia berat
Gagal ginjal
Gangguan pernapasan
Koma atau kematian (terutama karena P. falciparum)
Proses Diagnosis Malaria
Diagnosis malaria harus dilakukan secara medis, terutama jika Anda memiliki gejala khas dan riwayat bepergian ke daerah endemis.
Metode diagnosis:
1. Pemeriksaan darah tepi (mikroskopis)
Untuk melihat langsung parasit dalam darah dan menentukan jenis Plasmodium.
2. Rapid Diagnostic Test (RDT)
Tes cepat berbasis antigen, sangat berguna di daerah terpencil.
3. Tes lanjutan
Jika diperlukan, bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes hematologi lengkap atau fungsi organ.
Pengobatan Malaria
1. Obat Antimalaria
Pengobatan bergantung pada jenis Plasmodium, tingkat keparahan, dan kondisi pasien (usia, kehamilan, dll).
Artemisinin-based Combination Therapy (ACT): lini pertama untuk malaria falciparum
Klorokuin: untuk malaria vivax (pada wilayah yang belum resisten)
Primakuin: untuk membunuh bentuk tidur (hipnozoit) pada P. vivax dan P. ovale
Obat tambahan: seperti parasetamol untuk menurunkan demam dan meringankan gejala
> ⚠️ Penting: Pengobatan harus di bawah pengawasan tenaga medis. Jangan membeli atau menggunakan obat antimalaria sembarangan karena risiko resistensi.
2. Perawatan Malaria Berat
Rawat inap dengan pemantauan ketat
Infus cairan
Obat antimalaria injeksi (misalnya artesunat)
Transfusi darah (jika terjadi anemia berat)
Pencegahan Malaria
✅ Hindari gigitan nyamuk:
Gunakan kelambu saat tidur
Semprotkan obat anti nyamuk (insektisida) di dalam rumah
Kenakan pakaian panjang saat keluar malam
Gunakan lotion anti-nyamuk di kulit
✅ Lingkungan bersih:
Kuras dan tutup wadah penampungan air
Bersihkan genangan air di sekitar rumah
Tanam tanaman pengusir nyamuk (serai, lavender)
✅ Obat pencegahan (profilaksis) saat bepergian ke daerah endemis:
Konsultasikan ke dokter sebelum bepergian
Minum obat antimalaria sesuai anjuran (contoh: doksisiklin, meflokuin, atau atovakuon-proguanil)
✅ Deteksi dini:
Jika demam setelah dari daerah endemis, segera periksa ke dokter
Tips Hidup Sehat untuk Mencegah Malaria
Cukup tidur dan konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Perbanyak minum air putih
Jangan abaikan demam yang tak jelas penyebabnya, terutama setelah bepergian
Ikuti program eliminasi malaria dari pemerintah, seperti penyemprotan rumah (fogging) dan pembagian kelambu
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika Anda mengalami:
Demam tinggi berulang disertai menggigil
Riwayat ke daerah rawan malaria dalam 30 hari terakhir
Lemah, muntah, atau kehilangan kesadaran

Ayo baca artikel ini secara menyeluruh sebagai upaya menambah wawasan serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan. https://rumahsakitband.com/pneumonia-kerap-dianggap-flu-biasa-ini-ciri-ciri-yang-harus-diwaspadai/