Malaria: Ancaman Penyakit Menular yang Berbasis Demam di Wilayah Tropis dan Subtropis

0
13

“Awalnya saya pikir cuma masuk angin biasa karena demamnya naik turun. Tapi setelah dicek ke puskesmas, ternyata saya positif malaria.”

Keluhan seperti ini cukup sering ditemukan, terutama di wilayah Indonesia yang masih endemis malaria seperti Papua, NTT, Kalimantan, dan Sulawesi. Banyak masyarakat mengira gejala malaria hanya sebatas demam atau flu ringan, padahal infeksi ini bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk dan bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Meski begitu, malaria dapat dicegah dan diobati dengan efektif bila dikenali sejak dini.

Apa Itu Malaria?

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles yang terinfeksi. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

Ada beberapa jenis parasit Plasmodium yang menyebabkan malaria pada manusia, namun yang paling umum dan berbahaya adalah:

Plasmodium falciparum (paling mematikan)

Plasmodium vivax (sering menyebabkan kekambuhan)

Plasmodium malariae

Plasmodium ovale

Plasmodium knowlesi (lebih umum di Asia Tenggara)

Penyebab dan Faktor Risiko Malaria

Penyebab:

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi.

Faktor Risiko:

Tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria

Tidak menggunakan kelambu atau pelindung anti-nyamuk

Sistem kekebalan tubuh lemah (anak-anak, ibu hamil, lansia)

Tidak minum obat pencegahan saat bepergian ke daerah rawan

Lingkungan dengan genangan air atau sanitasi buruk

Gejala-Gejala Malaria

Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah digigit nyamuk yang membawa parasit. Namun, pada beberapa jenis malaria, gejala bisa muncul lebih lama.

Gejala umum:

Demam tinggi (biasanya naik turun secara periodik)

Menggigil hebat

Keringat berlebih

Sakit kepala

Mual dan muntah

Nyeri otot dan sendi

Lemas atau kelelahan ekstrim

Diare (pada beberapa kasus)

Gejala malaria berat (komplikasi):

Penurunan kesadaran

Kejang

Anemia berat

Gagal ginjal

Gangguan pernapasan

Koma atau kematian (terutama karena P. falciparum)

Proses Diagnosis Malaria

Diagnosis malaria harus dilakukan secara medis, terutama jika Anda memiliki gejala khas dan riwayat bepergian ke daerah endemis.

Metode diagnosis:

1. Pemeriksaan darah tepi (mikroskopis)

Untuk melihat langsung parasit dalam darah dan menentukan jenis Plasmodium.

2. Rapid Diagnostic Test (RDT)

Tes cepat berbasis antigen, sangat berguna di daerah terpencil.

3. Tes lanjutan

Jika diperlukan, bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes hematologi lengkap atau fungsi organ.

Pengobatan Malaria

1. Obat Antimalaria

Pengobatan bergantung pada jenis Plasmodium, tingkat keparahan, dan kondisi pasien (usia, kehamilan, dll).

Artemisinin-based Combination Therapy (ACT): lini pertama untuk malaria falciparum

Klorokuin: untuk malaria vivax (pada wilayah yang belum resisten)

Primakuin: untuk membunuh bentuk tidur (hipnozoit) pada P. vivax dan P. ovale

Obat tambahan: seperti parasetamol untuk menurunkan demam dan meringankan gejala

> ⚠️ Penting: Pengobatan harus di bawah pengawasan tenaga medis. Jangan membeli atau menggunakan obat antimalaria sembarangan karena risiko resistensi.

2. Perawatan Malaria Berat

Rawat inap dengan pemantauan ketat

Infus cairan

Obat antimalaria injeksi (misalnya artesunat)

Transfusi darah (jika terjadi anemia berat)

Pencegahan Malaria

✅ Hindari gigitan nyamuk:

Gunakan kelambu saat tidur

Semprotkan obat anti nyamuk (insektisida) di dalam rumah

Kenakan pakaian panjang saat keluar malam

Gunakan lotion anti-nyamuk di kulit

✅ Lingkungan bersih:

Kuras dan tutup wadah penampungan air

Bersihkan genangan air di sekitar rumah

Tanam tanaman pengusir nyamuk (serai, lavender)

✅ Obat pencegahan (profilaksis) saat bepergian ke daerah endemis:

Konsultasikan ke dokter sebelum bepergian

Minum obat antimalaria sesuai anjuran (contoh: doksisiklin, meflokuin, atau atovakuon-proguanil)

✅ Deteksi dini:

Jika demam setelah dari daerah endemis, segera periksa ke dokter

Tips Hidup Sehat untuk Mencegah Malaria

Cukup tidur dan konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Perbanyak minum air putih

Jangan abaikan demam yang tak jelas penyebabnya, terutama setelah bepergian

Ikuti program eliminasi malaria dari pemerintah, seperti penyemprotan rumah (fogging) dan pembagian kelambu

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika Anda mengalami:

Demam tinggi berulang disertai menggigil

Riwayat ke daerah rawan malaria dalam 30 hari terakhir

Lemah, muntah, atau kehilangan kesadaran

Ayo baca artikel ini secara menyeluruh sebagai upaya menambah wawasan serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan. https://rumahsakitband.com/pneumonia-kerap-dianggap-flu-biasa-ini-ciri-ciri-yang-harus-diwaspadai/