Tifus: Infeksi Bakteri yang Bisa Menyerang Anak maupun Dewasa

0
8

Tifus atau demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini menyerang saluran pencernaan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Tifus biasanya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses atau urine penderita.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama tifus adalah infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan umumnya terjadi melalui:

Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Kontak langsung dengan penderita tanpa menjaga kebersihan tangan.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena tifus meliputi:

Tinggal atau bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk.

Kebiasaan jajan di tempat yang kebersihannya tidak terjamin.

Tidak mencuci tangan sebelum makan.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala-Gejala Tifus

Gejala tifus biasanya muncul 7–14 hari setelah terpapar bakteri. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:

Demam tinggi yang berlangsung lebih dari 3 hari.

Sakit kepala dan nyeri otot.

Lemas dan hilang nafsu makan.

Nyeri perut, mual, atau muntah.

Diare atau sembelit.

Muncul bintik-bintik merah di kulit pada sebagian penderita.

Proses Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan:

1. Wawancara medis terkait gejala dan riwayat perjalanan atau kontak dengan penderita.

2. Pemeriksaan fisik, termasuk melihat tanda-tanda khas tifus.

3. Tes laboratorium, seperti:

Tes Widal atau TUBEX TF untuk mendeteksi antibodi.

Kultur darah, urine, atau feses untuk mengidentifikasi bakteri penyebab.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan tifus harus dilakukan sesuai anjuran medis, di antaranya:

Medis:

Antibiotik sesuai resep dokter untuk membunuh bakteri penyebab.

Obat penurun panas dan pereda nyeri.

Cairan infus jika terjadi dehidrasi.

Mandiri di rumah:

Istirahat total hingga kondisi membaik.

Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.

Konsumsi makanan lunak yang mudah dicerna, seperti bubur atau sup.

Alternatif (sebagai pendukung, bukan pengganti pengobatan medis):

Minuman herbal seperti air rebusan daun jambu biji atau kunyit, dengan catatan harus tetap menjalani terapi medis utama.

Cara Pencegahan dan Tips Hidup Sehat

Pencegahan tifus dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan:

Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.

Minum air yang telah dimasak atau difilter.

Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna.

Hindari jajan di tempat yang kebersihannya diragukan.

Vaksin tifoid bagi yang berisiko tinggi atau sering bepergian ke daerah endemis.

Jangan abaikan disentri! Disentri bisa menimbulkan komplikasi serius bila terlambat ditangani. Simak artikel berikut untuk memahami cara mencegahnya. https://rumahsakitband.com/waspada-disentri-gangguan-pencernaan-yang-tak-boleh-diremehkan/