Bayangkan Anda sedang beraktivitas seperti biasa, lalu tiba-tiba perut terasa mulas hebat disertai diare berkali-kali. Tak hanya itu, feses yang keluar tampak bercampur darah atau lendir, membuat rasa khawatir semakin besar. Kondisi ini bisa jadi adalah tanda disentri, penyakit yang umum di Indonesia namun sering dianggap sepele hingga terlambat ditangani.
Apa Itu Disentri?
Disentri adalah infeksi pada usus, terutama usus besar, yang menyebabkan diare berdarah atau berlendir. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella (disentri basiler) atau parasit Entamoeba histolytica (disentri amuba). Disentri dapat menimbulkan dehidrasi dan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama disentri adalah:
Infeksi bakteri atau parasit melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Kebersihan yang buruk, seperti tidak mencuci tangan setelah buang air.
Lingkungan dengan sanitasi rendah, misalnya air minum yang tercemar.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena disentri meliputi:
Tinggal di daerah dengan sanitasi dan pasokan air bersih terbatas.
Usia anak-anak atau lansia.
Daya tahan tubuh yang lemah.
Konsumsi makanan dari tempat yang kurang higienis.
Gejala-Gejala Disentri
Gejala disentri dapat bervariasi, namun yang paling umum meliputi:
Diare disertai darah atau lendir.
Nyeri atau kram perut.
Demam dan menggigil.
Mual atau muntah.
Rasa lelah dan lemas akibat dehidrasi.
Proses Diagnosis
Dokter biasanya akan melakukan:
1. Wawancara medis mengenai gejala dan riwayat kesehatan.
2. Pemeriksaan fisik untuk menilai tanda dehidrasi dan kondisi umum.
3. Tes laboratorium, seperti pemeriksaan feses untuk mengidentifikasi bakteri atau parasit penyebab.
Pilihan Pengobatan
Pengobatan disentri tergantung pada penyebabnya:
Medis:
Antibiotik untuk infeksi bakteri.
Obat antiparasit untuk disentri amuba.
Pemberian cairan oralit atau infus untuk mencegah dehidrasi.
Mandiri di rumah:
Minum banyak air atau larutan rehidrasi.
Konsumsi makanan lunak yang mudah dicerna.
Istirahat cukup.
Alternatif (hanya sebagai pendukung dan tidak menggantikan pengobatan medis):
Ramuan herbal yang memiliki sifat antimikroba seperti rebusan daun jambu biji, dengan catatan harus dikonsumsi secara hati-hati dan sesuai anjuran.
Cara Pencegahan dan Tips Hidup Sehat
Pencegahan disentri sangat bergantung pada kebersihan pribadi dan lingkungan:
Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
Konsumsi air yang sudah dimasak atau difilter.
Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna.
Jaga kebersihan peralatan makan.
Hindari jajan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.

Ayo pelajari fakta penting seputar diare mulai dari penyebab, gejala, hingga dampaknya terhadap kesehatan. Agar kita dapat mengenali tanda-tanda bahaya sejak awal, mencegah komplikasi yang lebih serius, serta melindungi diri dan keluarga dengan langkah pencegahan yang tepat. https://rumahsakitband.com/diare-penyakit-pencernaan-yang-perlu-diwaspadai-semua-kalangan/