Banyak orang menganggap nyeri sendi hanyalah tanda kelelahan atau faktor usia. Namun, ketika nyeri disertai bengkak, kaku di pagi hari, dan tidak membaik setelah istirahat, itu bisa menjadi tanda rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini tidak hanya menyerang sendi, tetapi juga bisa berdampak pada organ lain dan kualitas hidup penderitanya.
Apa Itu Rheumatoid Arthritis?
Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat, terutama di sendi, sehingga memicu nyeri, pembengkakan, dan kekakuan. Jika tidak ditangani, RA dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen dan deformitas.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti RA belum sepenuhnya diketahui, tetapi diyakini melibatkan kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan respon imun yang abnormal. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena RA antara lain:
Jenis kelamin: Wanita lebih berisiko dibanding pria.
Usia: Umumnya muncul di usia 30–60 tahun, meski bisa terjadi pada semua umur.
Genetik: Riwayat keluarga dengan RA meningkatkan risiko.
Merokok: Kebiasaan ini memicu respon imun abnormal.
Paparan lingkungan tertentu: Misalnya polusi atau paparan debu silika.
Obesitas: Meningkatkan beban sendi dan risiko inflamasi.

Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa nyeri, peradangan, hingga kerusakan sendi yang berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya. Sayangnya, banyak orang masih kurang memahami penyakit ini sehingga sering terlambat menyadari gejala awal maupun penanganan yang tepat.